Cost Quality

October 15, 2009 at 2:11 am Leave a comment

Review Journal

Management Accounting

Pengukuran Biaya Kualitas : Suatu Paradigma Alternatif

Oleh : Monica Kussetya Ciptani

Abstrak

Peningkatan Kualitas merupakan suatu hal yang paling esensial bagi suatu perusahaan untuk tetap eksis dalam dunia bisnis yang competitif ini. Kini sudah tidak jamannya lagi perusahaan hanya mementingkan volume penjualan yang begitu besar untuk mencapai keuntungan yang maksimal, tetapi lebih berorientasi pada aspek kepuasan konsumen. Dengan adanya kemampuan perusahaan untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen yang membeli produknya, maka secara otomatis perusahaan akan mencapai keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu dikembangkan berbagai cara dan teknik untuk mengidentifikasi besarnya biaya kualitas (kerugian yang muncul akibat barang yang dihasilkan menyimpang dari standar) suatuperusahaan. Apabila biaya kualitas yang muncul tersebut Nampak dalam catatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan, maka perusahaan akan lebih mudah melakukan pengendalian, tetapi apabila biaya kualitas tersebut sifatnya tersembunyi, maka akan lebih sulit untuk melakukan pengendalian dan estimasi. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk memecahkan masalah Hidden Quality Cost ini. Salah satu metode yang populer adalah dengan menggunakan metode Taguchi. Dengan metode Taguchi ini akan membantu perusahaan dalam melakukan pengendalian dan estimasi khususnya terhadap biaya kualitas yang tersembunyi.

Kata kunci : biaya kualitas, biaya kualitas tersembunyi, metode Taguchi

Suatu produk yang berkualitas tidak hanya merupakan produk dengan performace yang baik tetapi juga harus memenuhi criteria kepuasan konsumen. Bahkan           Myron Tribus (Tribus.M 1991:1) mengatakan bahwa :”…the problem is not to increase quality is the answer to the problem.”

Perusahaan yang mampu memenuhi kriteria-kriteria tersebut akan dapat mempertahankan pasarnya dan meningkatkan laba.

What is quality ?

Sutu produk dikatakan memiliki kualitas baik apabila memenuhi dua criteria :

  1. kualitas design (design quality )
  2. kualitas kesesusaian ( compformance quality)

Dari kedua criteria diatas yang terpenting adalah kualitas kesesuaian.

Beberapa tokoh yang merumuskan filosofi kualitas ini ke dalam konsep-konsep teori yang dapat membantu perusahaan untuk meningkatan kualitas produk dan mengembangkan kualitas produk yang dihasilkan. Salah satu dari took tersebut adalah :

Dr.W.Edward Deming , menerapkan konsep kualitas, karena produk yang dihasilkan bisa dihasilkan bisa memenuhi kepuasan konsumen.

Dr. Joseph Juran, kualitas suatu produk tidak terjadi secara kebetulan saja tetapi harus ada perencanaan terlebih dahulu. Juran merumuskan tiga konsep mengenai kulaitas yaitu :

  1. quality planning
  2. quality control
  3. quality improvement

ketiga konsep ini yang akan mendasari peningkatan kualitas produk perusahaan dan memberikan competitive advantage bagi perusahaan. Juran memfokuskan konsep  kualitasnya pada pencegahan produk yang menyimpangdari nilai target melalui peningkatan tanggung jawab manajer untuk mengawasi kulitas dari aktivitas produksi yang berlangsung. Praktek lebih kepada manajemen secara keseluruhan. Yang tejadi sebagai titik tolaknya.

Philip B Crosby, dikenal sebagai Crosby Vactination Serum. Lebih menitik berat pada integrasi konsumen terhadap produk yang dihasilkan serta siste perusahaan operasional dan harus mendesain produk yang memenuhi permintaan konsumen.

Dengan Adanya konsep Deming, Juran, dan Crosby membuat fenomena baru dalam dunia bisnis agar bisa menjadi Market Leader dalam persaingan bisnis.

Tragedi kualitas.

Untuk sampel data.

Penyebabnya

Jenis Jumlah penarikan Tahun Pembuatan
General motors 500.000 unit 1987-1991
Chrysler 35.000 unit 1991-1993
Toyota 610.000 unit 1995
Mitsubishi 650.000 unit Pertengahan 1996

Akibatnya :

–       Toyota mengeluarkan $ 124 juta (10,5 % dari laba bersih 1994) untuk

memperbaiki mobil yang ditarik kembali.

–       General Motor mengeluarkan $ 200 juta untuk memperbaiki mobil yang cacat

–       XEROX mengeluarkan $ 1.4 trilyun untuk memperbaiki produk yang cacat dan

membayar ganti rugi. Pangsa pasarnya turun dari 100 % tahun 1970 menjadi

kurang dari 50 % tahun 1994.

–       General Electric, mengeluarkan berbagai biaya untuk memperbaiki kualitas yang

jelek :

  1. $ 0.003 sebelum produk dibuat
  2. $ 30 pada saat produk dibuat
  3. $ 300 setelah produk dijual ke konsumen

Biaya kualitas

Merupakan biaya yang muncul karenaproduk yang dihasilkan tidak memenuhi standar yang diinginkan oleh konsumenatau dengan kata lain produk tersebut memiliki kualitas yang jelek, baik yang akan terjadi ataupun yang telah terjadi dalam suatu perusahaan.

Kita mengenal 4 macam biaya kualitas (Hansen dan Mowen1995):

  1. Prevention Cost
  2. Appraisal Cost
  3. Internal Failure Cost
  4. External Failure Cost
  1. 1. Pengukuran Biaya kualitas

Dilihat dari segi akuntansi,terdapat dua tipe biaya kualitas (H.Daniel,1994):

1)      Observable Quality Cost

2)       Hidden Quality Cost

Pengukuran Biaya Kualitas Tersembunyi

  1. Multiplier method, digunakan untuk mengukur besarnya biaya kualitas tersembunyi dengan cara mengalikan biaya kegagalan ekternal yang dialami oleh peruhaaan dengan suatu konstanta efek ganda.
  2. Market research method, digunakan untuk menilai pengaruh kualitas jelek terhadap penjualan dan pangsa pasar. Sulit terapkan dalam penyelidikan pangsa  pasar dan kurang bisa mencerminkan kerugian perusahaan yang sebenarnya.

Metode Taguchi

Menurut Taguchi kerugian ini termasuk juga aspek ketidakpuasan konsumen yang akan menyebabkan buruknya reputasi perusahaan yang bersangkutan.

  1. 2. Perbedaan Pandangan Tradisional dan Pandangan Taguchi mengenai Kualitas

Pendekatan Tradisional mengenai kualitas dikenal dengan Pendekatan Zero-Defect. Pendekatan ini menyatakan bahwa suatu produk dikatakan memenuhi standar kualitas apabila produk tersebut berada pada batas spesifikasi limit. Sehingga setiap produk yang berada dalam batas spesifikasi ini adalah produk yang‘acceptable’ dalam arti penyimpangan produk yang dihasilkan dari standar/targetnya dapat ditoleransi sehingga produk tersebut bisa dikirim ke konsumen.

Taguchi berpendapat bahwa penyimpangan sekecil apapun dari standar (target) akan menimbulkan kerugian bagi perusahan, dan kerugian tersebut akan bertambah besar apabila penyimpangan produk dari standarnya (target) bertambah besar pula. Taguchi menggambarkan kerugian ini dalam grafik yang dikenal dengan Taguchi Quality Loss Function.

Kasus pada Sony Corporation, memiliki beragai cabang di San Diego dan Tokyo sama memproduksi TV berwarna. Perbedaan nya teletak pada metodenya cabang Sony Tokyo menerapkan metode Taguchi, sedangkan cabang sony San Diego menggunakan metode Zero- Based Approach (tradisional). Jika terjadi hal seperti akan menguangi atau penurunkan pangsa pasar dan penjualan Sony Corp

1) Konsep Metode Taghuci

Dalam metodenya Taguchi menggunakan pendekatan fungsi kerugian yang dikenal dengan nama Taguchi’s loss Function.

Sehingga dalam tehnik penghitungan biaya kualitas tersembunyi menurut Taguchi ini (N.Logothetis, 1991:300), terdapat dua aspek utama yaitu:

a)       Aspek perilaku proses atau produk. Dalam hal ini dikarakteristikkan menjadi

dua tipe yaitu :

ü  Faktor-faktor yang dapat dikendalikan merupakan faktor-faktor yang dapat disesuaikan dengan proses desain atau proses mesin

ü  Faktor-faktor yang tidak dapat dikendalikan merupakan faktor-faktor yang menyebabkan adanya penyimpangan produk dari nilai targetnya.

b)      Aspek Controlable factors. Dalam hal ini dibagi menjadi dua karakter yaitu:

ü   Faktor-faktor yang mempengaruhi rata-rata tingkat response of interest disebut dengan signal factors (TCF).

ü   Faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpangan/variabilitas produk disebut dengan variability control factors (VCF).

2) Kelebihan

  • Adanya metode ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan analisis terhadap produk yang dihasilkan
  • Memotivasi perusahaan sehingga meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan
  • Dengan metode Taguchi ini, perusahaan dapat mengidentifikasi dan melakukan estimasi terhadap besarnya biaya kualitas yang tersembunyi

Kelemahan

  • Dalam hal pengembangan produk (quality improvement) metode ini, apabila diterapkan tanpa diikuti penerapan tehnik-tehnik yang dikembangkan oleh Deming, Juran dan Crosby, tidak akan memberikan hasil yang maksimal
  • Metode ini hanya cocok diterapkan untuk perusahaan industri manufaktur yang menghasilkan barang dengan tingkat ketelitian tinggi.
  • Implementasi dari metode ini membutuhkan perhitungan statistik yang sedikit rumit, sehingga diperlukan sumberdaya yang benar-benar mampu menerapkannya

3)      Perbedaan Konsep Taguchi dengan Deming

Perbedaan antara konsep kualitas Deming dan Taguchi ini juga meliputi aspek pengendalian kualitas produk yang dihasilkan. Deming berpendapat bahwa untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan, pengendalian atas kualitas produk yang dihasilkan harus dilakukan sejak produk tersebut diproses melalui proses produksi. Sedangkan Taguchi lebih menitikberatkan aspek pengendalian kualitas produk yang dihasilkan pada saat produk tersebut berada pada tahap desain produk, sehingga dapat dihasilkan produk yang mencapai nilai target (robust condition) dan penyimpangan terhadap nilai target dapat dihindari dan diestimasi kerugiannya.

Kesimpulan

Kualitas merupakan suatu persepsi dan konsep yang harus diterapkan oleh perusahaan dalam dunia bisnis yang penuh dengan persaingan. Beberapa konsep mengenai kualitas telah dikembangkan oleh beberapa tokoh yang dapat membantu peningkatan kualitas produk yang dihasilkan. Tidak dapat dihindari lagi apabila suatu konsep kualitas haruslah dikembangkan dalam suatu perusahaan, karena pengembangan konsep kualitas ini akan membawa pengaruh yang besar bagi perusahaan terutama dalam pencapaian tujuan perusahaan untuk menjadi market leader dalam dunia bisnis yang kompetitif.

Kualitas produk yang tidak memenuhi nilai target akan memberikan dampak dan kerugian bagi perusahaan, karena dengan hal yang demikian perusahaan tidak dapat memenuhi kepuasan konsumen. Kerugian tersebut akan diakui sebagai biaya kualitas oleh perusahaan. Tehnik penghitungan biaya kualitas ini bermacam-macam tetapi kebanyakan tehnik ini tidak dapat mendeteksi secara tepat berapa besar kerugian yang ditanggung oleh perusahaan apabila terjadi produk yang tidak memenuhi nilai targetnya.

Metode Taguchi memberikan suatu alternatif pengukuran biaya kualitas terutama yang sifatnya tidak terdeteksi, dengan menggunakan penghitungan statistik dalam pengukurannnya. Melalui penggunaan metode Taguchi ini, maka perusahaan dapat mengestimasi berapa besarnya kerugian yang diderita oleh perusahaan bilaproduk yang dihasilkan tidak dapat mencapai nilai target yang dinginkan oleh perusahaan. Walaupun terdapat kelemahan dalam metode ini, tetapi metode Taguchi ini cukup reasonable untuk diterapkan dan telah terbukti efektif di dalam peningkatan kualitas produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

Akan lebih baik bagi perusahaan untuk menerapkan Metode Taguchi dengan konsep-konsep kualitas yang telah dikembangkan oleh Deming. Dengan penerapan prinsip dan pengendalian kualitas Deming dan metode pengukuran Taguchi ini akan  memberikan dasar yang saling berhubungan dalam industri manufaktur yang menghasilkan produk dengan tingkat ketelitian tinggi. Ide ini akan membantu perusahaan dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas produk yang dihasilkan.

Entry filed under: Akuntansi Manajemen lanjut. Tags: .

Laporan Auditor Independen Hubungan antara Akuntansi, GAAP, Auditing dan GAAS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Calendar

October 2009
M T W T F S S
« May   Feb »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts


%d bloggers like this: