Struktur Antara Auditing, Pengendalian Intern, Bukti Pemeriksaan, Materialitas, Risiko dan Opini

Disusun Oleh :

Pandam Rukmi Wulandari , Shelly Huzaynah , Sri Wahyu Handayani

Struktur Antara Auditing, Pengendalian Intern, Bukti Pemeriksaan, Materialitas, Risiko dan Opini

(more…)

Add comment October 30, 2009

Hubungan antara Akuntansi, GAAP, Auditing dan GAAS

Disusun Oleh :

Pandam Rukmi Wulandari

Shelly Huzaynah

Sri Wahyu Handayani

Hubungan antara Akuntansi, GAAP, Auditing dan GAAS

(more…)

Add comment October 30, 2009

Cost Quality

Review Journal

Management Accounting

Pengukuran Biaya Kualitas : Suatu Paradigma Alternatif

Oleh : Monica Kussetya Ciptani

Abstrak

Peningkatan Kualitas merupakan suatu hal yang paling esensial bagi suatu perusahaan untuk tetap eksis dalam dunia bisnis yang competitif ini. Kini sudah tidak jamannya lagi perusahaan hanya mementingkan volume penjualan yang begitu besar untuk mencapai keuntungan yang maksimal, tetapi lebih berorientasi pada aspek kepuasan konsumen. Dengan adanya kemampuan perusahaan untuk memberikan kepuasan terhadap konsumen yang membeli produknya, maka secara otomatis perusahaan akan mencapai keuntungan yang maksimal. Oleh karena itu dikembangkan berbagai cara dan teknik untuk mengidentifikasi besarnya biaya kualitas (kerugian yang muncul akibat barang yang dihasilkan menyimpang dari standar) suatuperusahaan. Apabila biaya kualitas yang muncul tersebut Nampak dalam catatan akuntansi perusahaan yang bersangkutan, maka perusahaan akan lebih mudah melakukan pengendalian, tetapi apabila biaya kualitas tersebut sifatnya tersembunyi, maka akan lebih sulit untuk melakukan pengendalian dan estimasi. Berbagai teknik telah dikembangkan untuk memecahkan masalah Hidden Quality Cost ini. Salah satu metode yang populer adalah dengan menggunakan metode Taguchi. Dengan metode Taguchi ini akan membantu perusahaan dalam melakukan pengendalian dan estimasi khususnya terhadap biaya kualitas yang tersembunyi.

Kata kunci : biaya kualitas, biaya kualitas tersembunyi, metode Taguchi

(more…)

Add comment October 15, 2009

Laporan Auditor Independen

Seperti kita ketahui bahwa perusahaan dan bank harus memiliki laporan keuangan dan setiap tahun memiliki laporan keuangan ataupun yang disebut tutup buku akhir tahun. Dan setiap perusahaan ataupun bank memiliki kewajiban untuk mengaudit laporan keuangan.yang dimaksud audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi organisasi, system, proses, atau produ. Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak yang disebut auditor. Auditor adalah  seseorang yang memiliki kualifikasi tertentu dalam melakukan audit atas laporan keuangan dan kegiatan suatu perusahaan atau organisasi. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dar audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar , regulasi dan praktik yang telah disetujui dan diterima.

Dalam pemeriksaan akuntansi ( auditing ), audit juga memiliki jeni-jenis audit yaitu meliputi :

  1. Manajemen  audit( opersional audit)
  2. Complieance  audit ( pemeriksaan ketaatan)
  3. Internal  audit  ( pemeriksaan intern)
  4. Audit independen ( pemeriksaan eksternal )
  5. Audit EDP ( Elektronic Data Processing)

Yang lebih dibahas oleh penulis dalam tulisan ini adalah tentang laporan standar atau disebut juga laporan independen auditor. Yang  terdapat dalam laporan standar meliputi :

  1. Judul
  2. Alamat yang dituju
  3. Paragraph pengantar
  4. Paragraph luas lingkup
  5. Paragraph opini
  6. Tanda tangan auditor
  7. Tanggal (pekerjaan lapangan terakhir)

Dibawah ini adalah contoh laporan independen auditor. Dari PT.Bank Ekonomi Raharja  yang melaporkan tentang keadaan keuangan atau tingkat kewajaran PT. Bank Ekonomi Raharja. (more…)

Add comment October 12, 2009

Insurance

THE REVIEW

Asuransi, hukum dan ekonomi, adalah bentuk manajemen risiko terutama digunakan untuk membatasi terhadap risiko kerugian yang kontingen. Asuransi didefinisikan sebagai adil transfer risiko kerugian, dari satu ke entitas lain, dalam pertukaran untuk premium, dan dapat dibayangkan sebagai sebuah jaminan kecil untuk mencegah kerugian yang besar, kemungkinan rugi sangat efektif. Sebuah perusahaan asuransi adalah menjual asuransi; sebuah polis asuransi atau adalah orang atau entitas membeli asuransi. Asuransi menilai adalah faktor yang digunakan untuk menentukan jumlah yang akan dikenakan biaya untuk sejumlah asuransi, yang disebut premi. Manajemen risiko, praktik appraising dan pengendalian risiko, telah berkembang sebagai ciri-ciri bidang studi dan praktik.

(more…)

Add comment May 25, 2009

UJIAN AKUNTANSI BIAYA

REVIEW

PENERAPAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM DALAM MENENTUKAN BESARNYA TARIF JASA RAWAT INAP

Skripsi ini merupakan penelitian yang dilakukan oleh penulisan agar dapat mengetahui bahwa metode apa yang digunakan dalam menentukan besarnya tariff jasa rawat inap anatara metode Activity-Based Costing dan metode tradisional. Penulis lebih membahas tentang Activity-Based Costing. Penulis juga ingin membandingkan dan menemukan selisih nominal harga rawat inap dari kedua metode.

Sistem Activity-Based Costing adalah metode penentuan harga pokok yang menelusur biaya ke aktivitas, kemudian ke produk. Perbedaan utama penghitungan harga pokok produk antara akuntansi biaya tradisional dengan ABC adalah jumlah cost driver (pemicu biaya) yang digunakan dalam metode ABC lebih banyak dibandingkan dalam sistem akuntansi biaya tradisional. Cost driver merupakan faktor yang dapat menerangkan konsumsi biaya-biaya overhead.

Pada metode akuntansi biaya tradisional biaya overhead pada masing-masing produk hanya dibebankan pada satu cost driver saja. Akibatnya cenderung terjadi distorsi pada pembebanan biaya overhead. Sedangkan pada metode ABC, biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver. Sehingga dalam metode ABC, telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas kesetiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.

Metode ABC memandang bahwa biaya overhead dapat dilacak dengan secara memadai pada berbagai produk secara individual. Biaya yang ditimbulkan oleh cost driver berdasarkan unit adalah biaya yang dalam metode tradisional disebut sebagai biaya variabel. Metode ABC memperbaiki keakuratan perhitungan harga pokok produk dengan mengakui bahwa banyak dari biaya overhead tetap bervariasi dalam proporsi untuk berubah selain berdasarkan volume 9

produksi. Dengan memahami apa yang menyebabkan biaya-biaya tersebut meningkat dan menurun, biaya tersebut dapat ditelusuri kemasing-masing produk. Hubungan sebab akibat ini memungkinkan manajer untuk memperbaiki ketepatan kalkulasi biaya produk yang dapat secara signifikan memperbaiki pengambilan keputusan (Hansen dan Mowen, 1999: 157-158)

Dan dapat disimpulan dari penelitian yang telah dilakukan penulis, dengan tujuan untuk mengevaluasi tarif kamar rawat inap pada RSUD Kab. BATANG dengan penentuan tarif kamar yang menggunakan metode yang berbasis aktivitas (Activity Based-Costing). Namun dalam halnya RUSD Kab. BATANG masih menggunakan metode tradisional.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan oleh penulis di RSUD Kab. BATANG, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Perhitungan tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode ABC, dilakukan melalui 2 tahap.

1. tahap pertama biaya ditelusur ke aktivitas yang menimbulkan biaya dan

2. membebankan biaya aktivitas ke produk.

3. Dari hasil perhitungan tarif rawat inap dengan menggunakan metode ABC, apabila dibandingkan dengan metode tradisional maka metode ABC memberikan hasil yang lebih besar kecuali pada kelas VIP dan Utama I yang memberikan hasil lebih kecil.

Perbedaan yang terjadi antara tarif jasa rawat inap dengan menggunakan metode tradisional dan metode ABC, disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk. Pada metode akuntansi biaya tradisional biaya overhead pada masing-masing produk hanya dibebankan pada satu cost driver saja. Akibatnya cenderung terjadi distorsi pada pembebanan biaya overhead. Sedangkan pada metode ABC, biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada banyak cost driver. Sehingga dalam metode ABC, telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas kesetiap kamar secara tepat berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas.


Untuk melihat jawaban No.1 click here…..

Untuk melihat jawaban No.2 click here…..

2 comments April 21, 2009

Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan Republik Indonesia

BAB IV

Pancasila Dalam Konteks Ketatanegaraan Republik Indonesia

Dapat kita bahwa pancasila dalam konteks ketatanegaraan RI. Dalam beberapa tahun ini Indonesia mengalami perubahan yang sangat mendasar mengenai system ketatanegaraan. Dalam hal perubahan tersebut Secara umum dapat kita katakan bahwa perubahan mendasar setelah empat kali amandemen UUD 1945 ialah komposisi dari UUD tersebut, yang semula terdiri atas Pembukaan, Batang Tubuh dan Penjelasannya, berubah menjadi hanya terdiri atas Pembukaan dan pasal-pasal. Penjelasan UUD 1945, yang semula ada dan kedudukannya mengandung kontroversi karena tidak turut disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945, dihapuskan. Materi yang dikandungnya, sebagian dimasukkan, diubah dan ada pula yang dirumuskan kembali ke dalam pasal-pasal amandemen. Perubahan mendasar UUD 1945 setelah empat kali amandemen, juga berkaitan dengan pelaksana kedaulatan rakyat, dan penjelmaannya ke dalam lembaga-lembaga negara. Sebelum amandemen, kedaulatan yang berada di tangan rakyat, dilaksanakan sepenuhnya oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat. Majelis yang terdiri atas anggota-anggota DPR ditambah dengan utusan dari daerah-daerah dan golongan-golongan itu, demikian besar dan luas kewenangannya. Antara lain mengangkat dan memberhentikan Presiden, menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara, serta mengubah Undang-Undang Dasar.

(more…)

5 comments April 7, 2009

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

BAB III

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

Sesuai dengan isi BAB III dinyataka bahwa Sebagai suatu ideologi bangsa dan negara Indonesia maka pancasila pada hakikatnya bukan hanya merupakan suatu hasil perenungan atau pemikiran seseorang atau sekelompok orang sebagai mana ideologi-ideologi lain didunia, namun pancasila diangakat dari nilai-nilai adat-istiadat, nilai-nilai kebudayaan serat nilai-nilai religius yang terdapat dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara, dengan lain perkataan unsur-unsur yang merupakan materi (bahan) pancasila tidak lain diangkat dari pandangan hidup masyarakat Indonesia sendiri, sehingga bangsa ini merupakan Kuasa Materialis (asal bahan ) pancasila.

(more…)

3 comments April 7, 2009

BANK SYARIAH….. APA YA?

Selayang pandang tentang bank syariah ……..

Indonesia sebagai Negara muslim terbesar di dunia mulai mengimplementasikan system Islamic banking dalam dunia perbankan. Muncul istilah baru dalam dunia perbankan nasional yaitu bank syariah.

Bank syariah atau bank islam merupakan salah satu bentuk dari perbankan nasional yang mendasarkan operasionalnya pada syariat (hukum) islam. Menurut schaik (2001), bank islam adalah sebuah bentuk dari bank modern yang didasarkan pada hokum islam yan sah, dikembangkan pada abad pertama islam, menggunakan konsep berbagai risiko sebagai metode utama, dan meniadakan keuangan berdasarkan kepastian serta keuntungan yang ditentukan sebelumnya.

(more…)

1 comment April 3, 2009

PANCASILA SEBAGAI SISTEM ETIKA

BAB 2

Pancasila sebagai Sistem Etika

Dalam PILKADA sampai PEMILU

Pancasila adalah sebagai dasar negara Indonesia, memegang peranan penting dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila banyak memegang peranan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa Indonesia, salah satunya adalah “Pancasila sebagai suatu sistem etika”.Di dunia internasional bangsa Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki etika yang baik, rakyatnya yang ramah tamah, sopan santun yang dijunjung tinggi dan banyak lagi, dan pancasila memegang peranan besar dalam membentuk pola pikir bangsa ini sehingga bangsa ini dapat dihargai sebagai salah satu bangsa yang beradab didunia.Kecenderungan menganggap hal yang tak penting akan kehadiran pancasila diharapkan dapat ditinggalkan. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang beradab. Pembentukan etika bukanlah hal yang mudah, karena berasal dari tingkah laku dan hati nurani.

Pancasila sebagai etika , dapat kita ketahui bahwa dalam pembahasan Bab 2 ini tentang pancasila sebagai etika. Etika merupakan kelompok filsafat praktis (filsafat yang membahas bagaimana manusia bersikap terhadap apa yang ada ) dan dibagi mejadi kelompok. Etika merupakan pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Eika juga ilmu yang membahas tentang bagaimana dan mengapa kita harus belajar tentang etika dan mengikuti ajaran moral. Etika pun dibagi menjadi 2 kelompok etika umum dan khusus.

(more…)

Add comment April 3, 2009

Previous Posts


Categories

  • Blogroll

  • Feeds